SABANG - Penulis novel religi Habiburrahman El-Shirazi yang sedang berada di Kota Banda Aceh dalam rangka pemutaran film Ketika Cinta Bertasbih (KCB), Sabtu (11/7) sore berkunjung ke Sabang memenuhi undangan Walikota Munawar Liza Zainal. Dalam kunjungannya itu, Habiburrahman sempat mengunjungi sejumlah obyek wisata di Sabang antara lain, Kilometer Nol Republik Indonesia dan obyek wisata Teupin Layeu, Iboih dan Gapang.
Melihat panoram alam Sabang yang indah, Habiburrahman mengaku kagum dengan Pulau Weh. Ketika melintas di dekat Pulau Klah ia sempat menyebut Pulau itu sebagai Qith’ah Minal Jannah (Potongan atau bagian dari Syurga). Seusai shalat magrib di pendapa Walikota Sabang, Habiburrahman yang acap disapa Kang Abik itu diminta oleh Walikota Sabang untuk menyampaikan tausiyah terkait pesan-pesan sosial dalam novel-novel religi karyanya yang kerap menjadi best seller dan difilmkan.
Habiburrahman menyebutkan, ketertarikannya membuat cerpen maupun novel-novel Islami tidak lepas dari kondisi masyarakat Indonesia saat ini dimana banyak tontonan yang tidak mendidik. Karya-karya tersebut kata dia lahir dari upaya untuk memberikan kontribusi. Dikatakannya, pesan yang disampaikan pada novel Ayat-yat Cinta adalah unsur tauhid dimana salah seorang pemeran utama Maria yang akhirnya memeluk Islam setelah mengucapkan kalimat Tauhid Laa Ilaaha Illallah. Sedangkan KCB menyampaikan pesan yang lebih bersifat sosial, ketika konflik batin antar tokoh dalam film itu diselesaikan dengan solusi yang Islami.
Kang Abik juga mengatakan, ia tidak menyangka novel-novelnya akan membawa perubahan besar. Pasalnya, semua itu dilakukannya ketika ia mendapat musibah mengalami patah kaki. Ketika itu ia mengaku terinspirasi hadis Nabi, Sebaik-baik orang Islam adalah mereka yang meninggalkan perbuatan yang tidak bermanfaat.
Ketika ditanyai tentang keterlibatannya sebagai artis pendukung dalam film Ketika Cinta Bertasbih, Habiburrahman mengaku kalau dirinya diminta sutradara untuk ikut bermain dalam film itu. “Ada wartawan yang tanya, kok perannya bisa bagus di film itu. Saya bilang dulu saya pernah aktif di teater waktu kuliah di Al-Azhar,”tukasnya di sela-sela meninjau Kilometer Nol.
Walikota Sabang Munawar Liza menilai karya-karya Habiburrahman cukup fenomenal ditengah-tengah maraknya tontonan-tontanan kurafat, kekerasan dan kekejian dipertontonkan di media televisi. Terlebih ketika televisi kini menjadi pusat perhatian masyarakat, kehadiran novel-novel karya alumnus Universitas Al-Azhar, Kairo ini bisa mengimbangi tontotan yang tidak mendidik.
Mengenai figur Habiburrahman sendiri, Munawar mengaku sudah menjalin pertemanan sejak masih studi di Al-Azhar. “Dia pernah tampil untuk membacakan puisi pada kegiatan mahasiswa Aceh di Mesir,”tukas Munawar. Habiburrahman berada di Banda Aceh sejak Jumat terkait pemutaran film KCB.(fs)
Akses m.serambinews.com dimana saja melalui browser ponsel Anda.
bisnis online
Monday, July 13, 2009
Novelis Habiburrahman Kunjungi Sabang
Sunday, July 12, 2009
Banyak Pihak Tak Suka Keberadaan KPK
Senin, 13 Juli 2009 | 01:09 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Sonya Helen Sinombor
SOLO, KOMPAS.com-Upaya pemberantasan korupsi di Tanah Air kini menghadapi banyak perlawanan. Praktik-praktik korupsi masih terus berlanjut sementara eksistensi lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi terus mendapat perlawanan dari pihak-pihak yang tidak suka dengan kehadiran KPK.
Hal ini mengemuka dalam Seminar Nasional Pendidikan Antikorupsi Sebagai Upaya Preventif Tindak Pidana Korupsi di Indonesia yang diselenggarakan Universitas Islam Batik Surakarta (Uniba), Sabtu (11/7) di Hotel Lorin Surakarta.
Seminar dalam rangka Dies Natalis XXVI Uniba menampilkan narasumber Dedie A Rachim (Direktur Pendidikan Layanan Pada Masyarakat KPK), KH Masdar F Masudi MA (Ombudsman RI ), dan Suparman Marzuki SH MSi (Kepala Pusham Universitas Islam Indonesia Yogyakarta).
Suparman menyatakan korupsi adalah salah satu di antara banyak jenis kejahatan yang tidak akan pernah bisa dihentikan total sampai kapan pun. Ia menilai perlawanan terhadap upaya pemberantasan korupsi di Tanah Air, karena terjadinya degradasi moral. "KPK harus kita bela mati-matian, karena banyak orang yang tidak suka kalau KPK kuat," ujarnya.
Menurut Suparman, kecanggihan korupsi terletak pada motif ekonomi, politik atau keduanya. Korupsi menjadi pintu masuk terjadinya kejahatan lain seperti illegal loging, penyelundupan, penyalahgunaan kekuasaan dan lain-lainnya.
Karena itu melawan korupsi tidak bisa dengan cara biasa, tetapi harus melalui hukum luar biasa. Selain mengubah sistem politik secara mendasar dan mengubah hukum, juga diperlukan perubahan birokrasi pemerintahan, dan pendidikan antikorupsi.
Pendidikan antikorupsi haruslah menjadi gerakan perlawanan, yang dilakukan secara massif , formal dan informal. Secara formal pendidikan antikorupsi harus masuk dalam kurikulum pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. "Kita harus jujur mengakui pendidikan kita juga manipulatif, dan tidak jarang melakukan korupsi itu sendiri," kata Suparman.
Dedie sependapat dengan Suparman bahwa korupsi sudah menjadi kejahatan luar biasa dan harus dihadapi dengan cara-cara yang luar biasa. Aparat penegak hukum mengalami kesulitan dalam pemberantasan korupsi.
bisnis online
Pilpres Ala Ultah Bagi Narapidana
Pelaksanaan pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres), 8 Juli 2009 di Lembaga Permasyarakatan Klas II-A Lhokseumawe berlangsung beda karena dikemas ala pesta ulang tahun (Ultah).
Tempat hajatan besar bangsa itu kemarin dihias dengan memakai balon berwarna-warni diantara umbul-umbul kertas nila, dan tali rapia yang menjadi penyangga. Suasanapun makin hidup dan menambah gemerlapnya pesta rakyat.
Zulfikar, 28, Saifullah, 48, M. Yunus Ubit, 48, beberapa orang penghuni Lapas mengaku sangat antusias mengikuti proses pencontrengan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Nomor 13, Kelurahan Kampung Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti itu. “Usai mencoblos juga diberi hadiah dengan menarik secarik kertas undian di tempat yang disediakan. Semua menjadi riang dengan acara seperti ini,” tutur Zulfikar. ”Tapi, soal pilihan, itu beda,” lanjutnya.
Zulfikar, misalnya, mengaku bersimpati dengan sosok Jusuf Kalla karena kepiawaiannya mengusung perdamaian di Bumi Serambi Mekkah ini. Sementara Saifullah dan M Yunus Ubit juga memiliki alur pikiran lain. Bapak Susilo Bambang Yudhoyono memiliki kharismatik yang luar biasa dimata rakyatnya.
Kepala Lapas Klas II-A Lhokseumawe, Drs Meurah Budiman SH MH menuturkan, pihaknya sengaja menggelar acara secara sederhana dengan sedikit sentuhan kemeriahan sebagai bentuk hiburan ringan bagi para napi. “Sambil mencontreng, kami juga membimbing mereka melalui pesan moral. Ditengah canda tawa yang mengiringinya,” imbuhnya. ”Setiap napi yang diberi hak memilih harus tercatat berkelakuan baik, sering beribadah, sopan dan santun. Hingga harus dibawah hukuman lima tahun,” lanjutnya.
Berdasarkan data tercatat, secara keseluruhan hasil perhitungan suara di TPS tersebut, SBY-Boediono berhasil mengguguli lawan-lawannya dengan perolehan 82 suara, JK-Win memperoleh 65 suara, dan Mega-Pro hanya 1 suara. Sedangkan untuk suara rusak berjumlah 11 suara.(erwi)
Thursday, July 09, 2009
Paling 'Bergizi', Ical dan Paloh Berpeluang Kuat Gusur JK
Jakarta - Wacana percepatan Munas Partai Golkar makin menguat. Beberapa petinggi partai berhasrat menggantikan posisi Jusuf Kalla (JK) secepat mungkin. Aburizal Bakrie (Ical) dan Surya Paloh merupakan dua kandidat terkuat karena memiliki gizi alias kekuatan finansial paling mumpuni.
"Dalam era sekarang ini kelemahan Golkar adalah pimpinan-pimpinan daerahnya melihat bukan kemampuan visi misinya, tapi kemampuan gizinya. Gizi itu kekuatan finansial. Memang yang sangat menonjol Aburizal dan Surya Paloh," kata Ketua Tim Kampanye JK-Wiranto, Fahmi Idris, saat dihubungi detikcom, Jumat (10/7/2009).
Menurut Fahmi, para tokoh yang memiliki kekuatan di Golkar menghendaki Munas dipercepat. Bahkan mantan Ketum Golkar Akbar Tandjung menghendaki Munas yang sedianya baru digelar Desember itu dilangsungkan bulan Juli ini.
Tujuan utama dari percepatan Munas itu adalah untuk segera mengganti ketua umum setelah Jusuf Kalla (JK) kalah telak dari SBY di pilpres. Beberapa petinggi Golkar yang menurut Fahmi sangat berminat menduduki posisi itu adalah Aburizal Bakrie (Ical), Surya Paloh, Akbar Tandjung, dan Agung Laksono.
Namun dia menilai potensi paling kuat dimiliki Ical dan Surya Paloh. Sebab kedua tokoh inilah yang memiliki kekuatan finansial paling memadai. Meski Akbar dan Agung Laksono juga berminat, namun Fahmi menilai kedua tokoh ini tidak memiliki kekuatan finansial yang memadai.
Fahmi sendiri mengaku tidak berminat berebut posisi itu. "Aku ora gelem. Aku ra duwe duit untuk menyogok pengurus daerah (Aku nggak mau. Aku nggak punya uang untuk menyogok pengurus daerah)," aku Fahmi seraya tertawa.
Begitu ketua baru terpilih, Fahmi yakin ketua baru tersebut, siapa pun dia, akan segera menghadap SBY. "Apalagi kalau Pak Ical, begitu diketok langsung menghadap Pak SBY. Misalnya jam 10 pagi diketok, jam 11.00 kalau (Munasnya) di Jakarta dia langsung menghadap Pak SBY. Kalau di Bali, karena dia punya pesawat khusus, ya jam 11.30 WIB. Kalau SBY nggak ada ditunggu di rumahnya," kata Fahmi.
( sho / nrl )
Dapatkan Info Pilpres terkini. Ketik *123*1*9*1# lalu OK/YES dari HP Anda. Khusus pelanggan Indosat.
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda
Pasca Pilpres, Hubungan SBY-JK Diprediksi Kembali Membaik
Jakarta - Hubungan SBY dan JK merenggang setelah keduanya bersaing di pilpres. Padahal keduanya masih harus bekerjasama hingga berakhir masa pemerintahan.
"Saya yakin (hubungan keduanya) akan membaik kembali dibandingkan dengan masa-masa pilpres dan pemilu legislatif lalu," kata pengamat politik Andrinof Chaniago kepada detikcom, Jumat (10/7/2009).
Menurut Andrinof, merenggangnya hubungan SBY dan JK adalah konsekuensi logis karena keduanya saling bertarung di pilpres. Begitu pula dengan menteri-menteri yang tergabung dalam tim sukses SBY maupun JK. Tetapi kerenggangan di antara mereka diyakini bukanlah perpecahan.
"Kemarin itu hanya sibuk kampanye saja jadi bukan pecah," imbuhnya.
Andrinof memprediksi kabinet bakal berjalan baik kembali. Apalagi sudah ada imbauan dari SBY agar tim sukses SBY dan JK kembali bersatu setelah pilpres usai.
Di kubu SBY tercatat sejumlah menteri tergabung di dalam tim suksesnya yakni Mensesneg Hatta Rajasa, Menneg PDT Lukman Edy, dan Menkop UKM Suryadharma Ali. Juga ada Menbudpar Jero Wacik, Menteri Kelautan Freddy Numberi, dan Menpan Taufiq Effendi. Sementara di kubu JK ada Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menperin Fahmi Idris, dan Menneg PPN/Bappenas Paskah Suzetta.
( Rez / nrl )
Dapatkan Info Pilpres terkini. Ketik *123*1*9*1# lalu OK/YES dari HP Anda. Khusus pelanggan Indosat.
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
SBY Telepon, JK Tak Menyangka Disiarkan Langsung di TV
Jakarta - Pembicaraan yang berlangsung antara SBY dan JK lewat telepon ternyata bukan dimulai dari JK yang mengontak SBY. Namun sebaliknya, SBY lah yang menelepon JK. Sebelumnya JK memang telah menelepon SBY, namun tak diangkat.
"Itu SBY yang menelepon Pak JK. Pak JK memang sebelumnya menghubungi SBY sekitar Maghrib karena ada undangan rapat Senin atau Selasa. Sebagai cawapres kan ada niat berkomunikasi, tapi nggak ada niat untuk dipublikasikan," kata jubir Tim Kampanye JK-Wiranto, Yuddy Chrisnandi, saat dihubungi detikcom, Jumat (10/7/2009).
Rupanya telepon dari JK itu tidak diangkat oleh SBY. Barulah sekitar pukul 20.00 WIB, saat JK menggelar pertemuan dengan para editor media massa, SBY menelepon balik.
"Pak JK kan orangnya polos. Teleponnya diambil lalu masuk kamar. Saya ada di sana waktu itu," tutur Yuddy.
Begitu mendapat kesempatan berbincang dengan SBY, JK secara spontan mengucapkan selamat. Namun ucapan itu hanya bersifat sementara dan dalam kapasitas JK sebagai wakil presiden, bukan capres. Sebab sebagai capres JK baru akan mengucapkan selamat setelah hasil penghitungan resmi KPU keluar.
"Dia (JK) spontan mengatakan, 'untuk sementara saya mengucapkan selamat Pak dengan hasil quick count. Saya sampaikan ucapan selamat.' Dalam posisi wapres secara pribadi kan wajar Pak JK mengucapkan selamat," papar Yuddy.
Setelah pembicaraan berlangsung, JK baru sadar kalau pembicaraan keduanya direkam secara live oleh televisi. Yuddy yang kebetulan menemani JK dan menyaksikan pembicaraan itu disiarkan di TV berniat memberi tahu JK. Namun rupanya JK telah diberi tahu oleh SBY.
"SBY bilang, 'Pak Jusuf, saya minta izin ini ditayangkan di TV supaya masyarakat tenang.' Pak JK nggak tahu ditayangkan di TV, tapi kan Pak JK nggak mungkin menolak setelah diberi tahu," imbuh Yuddy.
( sho / Rez )
Dapatkan Info Pilpres terkini. Ketik *123*1*9*1# lalu OK/YES dari HP Anda. Khusus pelanggan Indosat.
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!