Showing posts with label pilpres. Show all posts
Showing posts with label pilpres. Show all posts

Sunday, July 12, 2009

Pilpres Ala Ultah Bagi Narapidana

0 comments

Pelaksanaan pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres), 8 Juli 2009 di Lembaga Permasyarakatan Klas II-A Lhokseumawe berlangsung beda karena dikemas ala pesta ulang tahun (Ultah).

Tempat hajatan besar bangsa itu kemarin dihias dengan memakai balon berwarna-warni diantara umbul-umbul kertas nila, dan tali rapia yang menjadi penyangga. Suasanapun makin hidup dan menambah gemerlapnya pesta rakyat.

Zulfikar, 28, Saifullah, 48, M. Yunus Ubit, 48, beberapa orang penghuni Lapas mengaku sangat antusias mengikuti proses pencontrengan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Nomor 13, Kelurahan Kampung Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti itu. “Usai mencoblos juga diberi hadiah dengan menarik secarik kertas undian di tempat yang disediakan. Semua menjadi riang dengan acara seperti ini,” tutur Zulfikar. ”Tapi, soal pilihan, itu beda,” lanjutnya.

Zulfikar, misalnya, mengaku bersimpati dengan sosok Jusuf Kalla karena kepiawaiannya mengusung perdamaian di Bumi Serambi Mekkah ini. Sementara Saifullah dan M Yunus Ubit juga memiliki alur pikiran lain. Bapak Susilo Bambang Yudhoyono memiliki kharismatik yang luar biasa dimata rakyatnya.

Kepala Lapas Klas II-A Lhokseumawe, Drs Meurah Budiman SH MH menuturkan, pihaknya sengaja menggelar acara secara sederhana dengan sedikit sentuhan kemeriahan sebagai bentuk hiburan ringan bagi para napi. “Sambil mencontreng, kami juga membimbing mereka melalui pesan moral. Ditengah canda tawa yang mengiringinya,” imbuhnya. ”Setiap napi yang diberi hak memilih harus tercatat berkelakuan baik, sering beribadah, sopan dan santun. Hingga harus dibawah hukuman lima tahun,” lanjutnya.
Berdasarkan data tercatat, secara keseluruhan hasil perhitungan suara di TPS tersebut, SBY-Boediono berhasil mengguguli lawan-lawannya dengan perolehan 82 suara, JK-Win memperoleh 65 suara, dan Mega-Pro hanya 1 suara. Sedangkan untuk suara rusak berjumlah 11 suara.(erwi)

Thursday, July 09, 2009

Paling 'Bergizi', Ical dan Paloh Berpeluang Kuat Gusur JK

0 comments

Jakarta - Wacana percepatan Munas Partai Golkar makin menguat. Beberapa petinggi partai berhasrat menggantikan posisi Jusuf Kalla (JK) secepat mungkin. Aburizal Bakrie (Ical) dan Surya Paloh merupakan dua kandidat terkuat karena memiliki gizi alias kekuatan finansial paling mumpuni.

"Dalam era sekarang ini kelemahan Golkar adalah pimpinan-pimpinan daerahnya melihat bukan kemampuan visi misinya, tapi kemampuan gizinya. Gizi itu kekuatan finansial. Memang yang sangat menonjol Aburizal dan Surya Paloh," kata Ketua Tim Kampanye JK-Wiranto, Fahmi Idris, saat dihubungi detikcom, Jumat (10/7/2009).

Menurut Fahmi, para tokoh yang memiliki kekuatan di Golkar menghendaki Munas dipercepat. Bahkan mantan Ketum Golkar Akbar Tandjung menghendaki Munas yang sedianya baru digelar Desember itu dilangsungkan bulan Juli ini.

Tujuan utama dari percepatan Munas itu adalah untuk segera mengganti ketua umum setelah Jusuf Kalla (JK) kalah telak dari SBY di pilpres. Beberapa petinggi Golkar yang menurut Fahmi sangat berminat menduduki posisi itu adalah Aburizal Bakrie (Ical), Surya Paloh, Akbar Tandjung, dan Agung Laksono.

Namun dia menilai potensi paling kuat dimiliki Ical dan Surya Paloh. Sebab kedua tokoh inilah yang memiliki kekuatan finansial paling memadai. Meski Akbar dan Agung Laksono juga berminat, namun Fahmi menilai kedua tokoh ini tidak memiliki kekuatan finansial yang memadai.

Fahmi sendiri mengaku tidak berminat berebut posisi itu. "Aku ora gelem. Aku ra duwe duit untuk menyogok pengurus daerah (Aku nggak mau. Aku nggak punya uang untuk menyogok pengurus daerah)," aku Fahmi seraya tertawa.

Begitu ketua baru terpilih, Fahmi yakin ketua baru tersebut, siapa pun dia, akan segera menghadap SBY. "Apalagi kalau Pak Ical, begitu diketok langsung menghadap Pak SBY. Misalnya jam 10 pagi diketok, jam 11.00 kalau (Munasnya) di Jakarta dia langsung menghadap Pak SBY. Kalau di Bali, karena dia punya pesawat khusus, ya jam 11.30 WIB. Kalau SBY nggak ada ditunggu di rumahnya," kata Fahmi.

( sho / nrl )

Dapatkan Info Pilpres terkini. Ketik *123*1*9*1# lalu OK/YES dari HP Anda. Khusus pelanggan Indosat.

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda

Pasca Pilpres, Hubungan SBY-JK Diprediksi Kembali Membaik

1 comments

Jakarta - Hubungan SBY dan JK merenggang setelah keduanya bersaing di pilpres. Padahal keduanya masih harus bekerjasama hingga berakhir masa pemerintahan.


"Saya yakin (hubungan keduanya) akan membaik kembali dibandingkan dengan masa-masa pilpres dan pemilu legislatif lalu," kata pengamat politik Andrinof Chaniago kepada detikcom, Jumat (10/7/2009).

Menurut Andrinof, merenggangnya hubungan SBY dan JK adalah konsekuensi logis karena keduanya saling bertarung di pilpres. Begitu pula dengan menteri-menteri yang tergabung dalam tim sukses SBY maupun JK. Tetapi kerenggangan di antara mereka diyakini bukanlah perpecahan.

"Kemarin itu hanya sibuk kampanye saja jadi bukan pecah," imbuhnya.

Andrinof memprediksi kabinet bakal berjalan baik kembali. Apalagi sudah ada imbauan dari SBY agar tim sukses SBY dan JK kembali bersatu setelah pilpres usai.

Di kubu SBY tercatat sejumlah menteri tergabung di dalam tim suksesnya yakni Mensesneg Hatta Rajasa, Menneg PDT Lukman Edy, dan Menkop UKM Suryadharma Ali. Juga ada Menbudpar Jero Wacik, Menteri Kelautan Freddy Numberi, dan Menpan Taufiq Effendi. Sementara di kubu JK ada Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menperin Fahmi Idris, dan Menneg PPN/Bappenas Paskah Suzetta.

( Rez / nrl )

Dapatkan Info Pilpres terkini. Ketik *123*1*9*1# lalu OK/YES dari HP Anda. Khusus pelanggan Indosat.

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

SBY Telepon, JK Tak Menyangka Disiarkan Langsung di TV

0 comments

Jakarta - Pembicaraan yang berlangsung antara SBY dan JK lewat telepon ternyata bukan dimulai dari JK yang mengontak SBY. Namun sebaliknya, SBY lah yang menelepon JK. Sebelumnya JK memang telah menelepon SBY, namun tak diangkat.

"Itu SBY yang menelepon Pak JK. Pak JK memang sebelumnya menghubungi SBY sekitar Maghrib karena ada undangan rapat Senin atau Selasa. Sebagai cawapres kan ada niat berkomunikasi, tapi nggak ada niat untuk dipublikasikan," kata jubir Tim Kampanye JK-Wiranto, Yuddy Chrisnandi, saat dihubungi detikcom, Jumat (10/7/2009).


Rupanya telepon dari JK itu tidak diangkat oleh SBY. Barulah sekitar pukul 20.00 WIB, saat JK menggelar pertemuan dengan para editor media massa, SBY menelepon balik.

"Pak JK kan orangnya polos. Teleponnya diambil lalu masuk kamar. Saya ada di sana waktu itu," tutur Yuddy.

Begitu mendapat kesempatan berbincang dengan SBY, JK secara spontan mengucapkan selamat. Namun ucapan itu hanya bersifat sementara dan dalam kapasitas JK sebagai wakil presiden, bukan capres. Sebab sebagai capres JK baru akan mengucapkan selamat setelah hasil penghitungan resmi KPU keluar.

"Dia (JK) spontan mengatakan, 'untuk sementara saya mengucapkan selamat Pak dengan hasil quick count. Saya sampaikan ucapan selamat.' Dalam posisi wapres secara pribadi kan wajar Pak JK mengucapkan selamat," papar Yuddy.

Setelah pembicaraan berlangsung, JK baru sadar kalau pembicaraan keduanya direkam secara live oleh televisi. Yuddy yang kebetulan menemani JK dan menyaksikan pembicaraan itu disiarkan di TV berniat memberi tahu JK. Namun rupanya JK telah diberi tahu oleh SBY.

"SBY bilang, 'Pak Jusuf, saya minta izin ini ditayangkan di TV supaya masyarakat tenang.' Pak JK nggak tahu ditayangkan di TV, tapi kan Pak JK nggak mungkin menolak setelah diberi tahu," imbuh Yuddy.
( sho / Rez )

Dapatkan Info Pilpres terkini. Ketik *123*1*9*1# lalu OK/YES dari HP Anda. Khusus pelanggan Indosat.

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

TPSLN Sofia WNI di Bulgaria Ingin SBY Lanjutkan Pimpin NKRI

0 comments

Sofia - Popularitas SBY-Boediono di Bulgaria tak terdandingi. Pasangan ini meraup 76,92% suara, Megawati-Prabowo 12,82% suara, dan JK-Wiranto 7,69%. Sisanya 2,57% suara tidak sah.
"Dengan demikian jelas sekali bahwa WNI di Bulgaria ingin SBY melanjutkan memimpin NKRI dengan didampingi Boediono sebagai Wakil Presiden," Sekretaris III Sosbud Protkon Aditya Timoranto kepada detikcom malam ini, Kamis (9/7/2009).

Dubes RI Immanuel Robert Inkiriwang dalam sambutan singkatnya menegaskan bahwa penting bagi WNI di Bulgaria, khususnya staf KBRI untuk mendukung pemerintahan baru yang akan terbentuk, serta meneruskan upaya peningkatan citra Indonesia di Bulgaria dan Albania.

Ditambahkan bahwa hasil penghitungan suara di TPSLN Sofia telah memperkuat kemenangan yang diraih SBY-Boediono dan mencerminkan spirit sama dengan hasil penghitungan suara secara nasional sebagaimana terlihat dalam beberapa quick count.

Total pemilih tercatat ada 39 orang, 23 orang memilih langsung, 15 orang memilih via pos. Pasangan SBY-Boediono mengantongi 30 suara, Megawati-Prabowo 4 suara, JK-Wiranto 3 suara dan 1 suara tidak sah.

( es / es )

Dapatkan Info Pilpres terkini. Ketik *123*1*9*1# lalu OK/YES dari HP Anda. Khusus pelanggan Indosat.

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Bercakap Lewat Telepon dengan SBY, JK Bilang Ingin Pulang Kampung

0 comments

Jakarta - Capres Jusuf Kalla (JK) memberi ucapan selamat kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas kemenangannya di pilpres. Dalam pembicaraan itu, JK sempat berkata pada SBY dirinya akan pulang kampung.

Dalam percakapan itu, JK tidak banyak bicara. Ucapannya hanya pendek-pendek dan lebih banyak mengiyakan ucapan SBY. "Iya pak, baik pak, iya iya," demikian kata JK membalas ucapan SBY yang panjang lebar, Kamis (9/7/2009) malam.,

Di tengah pembicaraan itu, SBY sempat meminta JK untuk terus bekerja sama dan memberikan darma baktinya kepada bangsa dan negara. Mendengar itu, JK yang selama pembicaraan sering tersenyum menyela untuk menjawab.

"Iya Pak, nanti saya akan tinggal di kampung," kata JK.

Dalam kesempatan itu SBY juga menyinggung jasa JK yang besar bagi pemerintah dan negara. SBY juga mengajak JK ikut serta dalam rapat kabinet paripurna.

( sho / Rez )

Dapatkan Info Pilpres terkini. Ketik *123*1*9*1# lalu OK/YES dari HP Anda. Khusus pelanggan Indosat.

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!


SBY Jangan Main Mata dengan Golkar, Demokrasi Bisa Terancam

0 comments

Jakarta - SBY diminta tidak perlu menggaet Golkar dalam pembentukan kabinet pemerintahan. Tidak perlu lagi partai beringin itu dilirik, siapa pun nanti yang menjadi ketua umumnya. Alasannya bila Golkar akhirnya ke SBY justru bisa mengancam demokrasi.

"Kalau kemudian SBY main mata dengan Golkar itu mengancam demokrasi," kata pengamat politik Arbi Sanit saat dihubungi melalui telepon, Kamis (9/7/2009).

Dia menjelaskan, kalau pun nanti ada orang Golkar yang masuk dalam kabinet, hendaknya itu hanya pribadi saja, tidak mewakili partai. Dan kalau pun kemudian Golkar merapat ke kubu SBY, sebaiknya tidak diterima.

"Kalau Golkar juga diterima nanti tidak akan ada opisisi, siapa yang kontrol. Ini mengancam demokrasi. Tidak akan ada peluang untuk mengkoreksi," terangnya.

Selain itu bila berpatokan pada sistem pemerintahan presidensial, maka jelaslah pembagiannya, yang menang jadi penguasa dan yang kalah menjadi oposisi.

"Golkar, PDIP, Gerindra, dan Hanura harus menjadi oposisi ini sesuai sistem presidensial. SBY tidak perlu merangkul partai yang kalah," tutupnya.

( ndr / asy )

Dapatkan Info Pilpres terkini. Ketik *123*1*9*1# lalu OK/YES dari HP Anda. Khusus pelanggan Indosat.

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Mega-Prabowo Tetap Persoalkan Kisruh DPT Pilpres

0 comments

Jakarta - Pasangan Mega-Prabowo tetap akan mempersoalkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilpres 2009 yang diinilai bermasalah. Sebab, KPU akhirnya mengakui bahwa daftar yang disusunnya tersebut bermasalah.
"Kita mempersoalkan itu karena faktualnya ada persoalan dengan DPT yang akhirnya diakui, yang sebelumnya tidak pernah diakui," ujar Penasihat Tim Kampanye Nasional Mega-Prabowo, Pramono Anung di kediaman Mega, Jl Teuku Umar, Jakpus, Kamis (9/7/2009).

Pram, sapaan akrabnya, menjelaskan kisruh DPT adalah hal yang harus dipisahkan dari proses perhitungan suara. Sebab, sebelum proses perhitungan, masyarakat sudah mengetahui persoalan yang menyangkut DPT.

"Jika pada waktu itu Mega-Prabowo dan JK-Wiranto tidak datang, ini (kisruh DPT) tidak akan terbuktikan secara faktual mengenai penyimpangan tersebut," tuturnya.

"Nah, ini yang perlu kita kritisi, kita bangun, kita buka, agar ke depannya pemilu seperti ini tidak terjadi lagi, karena kita sudah masuk rezim demokrasi. Demokrasi itu utamanya fairness, jurdil, langsung, umum, bebas, rahasia dan jangan sampai siapa pun yang akan menang itu dipermasalahkan karena ada persoalan-persoalan sebelumnya," tambahnya.

Ditanya apakah pihaknya akan mengakui legitimasi pemenang pilpres mengingat kisruh DPT yang terjadi dan diakui KPU, Pramono lebih menyerahkan hal tersebut kepada masyarakat.

"Yang mengakui bukan pasangan, tapi masyarakat yang merasakan. Dan itu
diserahkan kepada masyarakat sepenuhnya," ujarnya.

Mengenai ucapan selamat kepada pemenang, Pram menambahkan, pihaknya akan menunggu perhitungan dan penetapan pemenangan yang dilakukan oleh KPU terlebih dahulu.

"Perhitungan suara manual itulah yang menjadi tolok ukur utama kita. Dan kenapa pasangan Mega-Prabowo satu hari ini belum menyampaikan, katakanlah ucapan kepada siapa yang menang. Itu karena memang kita harus taat dan tunduk pada aturan main yaitu UU Nomor 42 Tahun 2008 mengatur hal itu," katanya.

"Bahwa yang paling penting adalah keputusan KPU akan diputuskan 22 sampai 24 Juli. Tunggulah waktu itu," pungkasnya.

( lrn / anw )

Dapatkan Info Pilpres terkini. Ketik *123*1*9*1# lalu OK/YES dari HP Anda. Khusus pelanggan Indosat.

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Munas Golkar Dipercepat Ical dan Surya Siap Bertarung, Fadel Kuda Hitam

0 comments

Jakarta - Hasil pilpres yang menempatkan capres Jusuf Kalla (JK) di urutan terakhir dalam hitung cepat (quick count) berbuntut panjang. Kursi JK sebagai ketua umum Partai Golkar pun mulai diguncang dengan isu Munas dipercepat.

Aburizal Bakrie dan Surya Paloh siap berhadap-hadapan untuk mengantikan JK. Fadel Muhammad pun juga tak ingin melewatkan momen ini. Ketua DPD Partai Golkar Gorontalo ini diprediksi akan menjadi kuda hitam.


Sumber detikcom di DPP Golkar menjelaskan, pertarungan antara Aburizal Bakrie alias Ical dan Surya Paloh dalam Munas dipercepat merupakan pertarungan lanjutan sejak keduanya berkeinginan menduduki kursi ketua umum Partai Golkar. Bahkan kedua tokoh ini sudah menyiapkan tim sukses dan menggalang konsolidasi sebelum pileg dan pilpres kemarin.

"Kalau pak Ical dengan Surya Paloh itu memang sudah tidak menjadi rahasia umum lagi. Karena keduanya sudah menggalang konsolidasi dengan DPD I dan DPD II. Keduanya juga sudah membentuk tim pemenangan di masing-masing provinsi," kata sumber detikcom di DPP Golkar, Kamis (9/7/2009).

Salah satu ketua DPP ini menjelaskan bahwa persiapan kedua tokoh untuk mengantikan JK ini bahkan sudah dirancang sedemikian rupa. Masing-masing kubu sudah membuat strategi dan rencana struktur partai jika mampu memenangkan kompetisi di tubuh partai warisan Soeharto itu.

"Kabarnya Pak Ical sudah membuat rencana struktur partai jika terpilih sebagai ketua umum. Saya dengan Pak Surya juga demikian. Jadi memang keduanya benar-benar sudah siap," paparnya.

Caleg DPR RI itu menjelaskan bahwa kubu Ical yang sudah dipastikan siap untuk menghadang kubu Surya adalah Agung Laksono, Akbar Tandjung, Yoris Raweyai, Firman Subagyo, Muladi dan beberapa tokoh Golkar lainnya. Sementara Surya kabarnya mendapat dukungan JK, Siswono Yudhohusodo, Burhanudin Napitupulu, Syamsul Muarif dan beberapa ketua DPP Golkar lainnya.

"Bahkan sudah beredar di DPD-DPD itu kalau Pak Ical memang, Akbar Tandjung yang jadi ketua dewan penasihat dan Agung jadi wakil ketua umum. Sementara Jika Surya yang menang, JK jadi dewan penasihat dan Siswono yang jadi wakil ketua umum," paparnya.

Saat ditanya bagaimana kekuatan masing-masing kubu ini, sumber itu menjelaskan bahwa kubu Ical memeng terlihat lebih solid dan kuat karena didukung oleh dana dan jaringan Akbar Tandjung yang kuat. Sementara kubu Surya masih mengandalkan jaringan JK yang saat ini menjadi wapres dan posisi Surya sebagai ketua dewan pembina.

"Kalau soal dana, saya kira semua tahu Ical pasti lebih besar, apalagi didukung kekuatan jaringan Akbar yang masih solid. Sementara Surya masih memenfaatkan struktur yang ada sekarang," papar dia.

Politisi senior Partai Golkar ini menjelaskan bahwa jika tidak ada titik temu dari kedua tokoh ini, memang berpeluang besar muncul kuda hitam. Kuda hitam itu adalah ketua DPD Golkar Gorontalo. Kabarnya, peluang Fadel masih terbuka jika dia mendapat dukungan dari SBY.

"Bisa saja Fadel menjadi kuda hitam dengan memanfaatkan emosi pengurus DPD. Tapi ini jauh jika Fadel tidak mendapat back up dari penguasa. Apalagi Ical kabarnya juga sudah 'direstui' oleh orang kuat negeri ini," pungkasnya.

( yid / asy )

Dapatkan Info Pilpres terkini. Ketik *123*1*9*1# lalu OK/YES dari HP Anda. Khusus pelanggan Indosat.

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Kisah Sedih Pendukung JK di Makassar

0 comments

Makassar - Hasil quick count pilpres 2009 yang menunjukkan jebloknya perolehan suara Jusuf Kalla (JK) membuat pendukungnya di Makassar kecewa. Beberapa tempat yang biasanya dipenuhi pendukung JK, terlihat sepi.

Di kantor DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel), misalnya. Tidak ada kegiatan yang berarti di tempat tersebut. Padahal pada hari-hari menjelang pencontrengan, kantor DPD Golkar Sulsel itu selalu terlihat ramai. Ketua DPD I Golkar Sulsel yang juga walikota Makassar, Ilham Arif Sirajuddin, kerap terlihat mondar-mandir.

Tapi kini dia lebih banyak mengurung diri di ruangannya, tanpa ditemani oleh fungsionaris Golkar Sulsel lainnya. "Kita sudah berusaha sekuat tenaga memenangkan Pak JK, tapi pilihan masyarakat berkehendak lain," tutur Ilham.

Beberapa warung kopi di Makassar juga terlihat sepi dari hiruk-pikuk obrolan politik. Kalau pun ada pendukung JK yang datang, mereka terlihat tak bersemangat.

Warung kopi Daeng Anas, Jl Pelita Raya, salah satunya. Di warung ini sejumlah pendukung JK-Wiranto terlihat murung dan bertanya-tanya tentang hasil quick count.

"Saya tidak bisa habis pikir, kenapa kok jagoan kita bisa keok duluan. Yang aneh kenapa di Aceh bisa kalah telak, padahal peran JK di Aceh signifikan," ungkap Rahmad Nadja, pendukung setia JK-Wiranto. Pria ini pernah bernazar ingin menyembelih dua ekor kambing jika JK menang.

Suasana serupa juga terlihat di sekretariat Sahabat Muda JK (SMJK), Jalan Gunung Klabat, Makassar. Mobil-mobil berlabel gambar JK-Wiranto yang terparkir di depan sekretariat SMJK, tinggal satu-dua saja. Padahal biasanya halaman parkir gedung SMJK tak pernah sepi. Demikian pula dengan para pengurus SMJK Makassar. Mereka kompak berpakaian hitam-hitam.

Namun semua itu tidak terjadi di kantor DPD I Partai Demokrat Sulsel. Situasi di tempat ini berbeda 180 derajat. Tempat ini ramai dikunjungi kader dan simpatisan Demokrat. Bahkan pada hari pencontrengan, mereka berkumpul hingga malam hari.

"Mari berlapang dada menerima hasil Pilpres. Inilah kemenangan rakyat Indonesia," pungkas Reza Ali, ketua DPD Demokrat Sulsel yang juga anggota DPR RI terpilih.

( mna / djo )

Dapatkan Info Pilpres terkini. Ketik *123*1*9*1# lalu OK/YES dari HP Anda. Khusus pelanggan Indosat.

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!



Wednesday, July 08, 2009

TPSLN Stockholm Di Swedia SBY-Boediono Berjaya

0 comments

Stockholm - Pasangan SBY-Boediono meraih kepercayaan tertinggi dari WNI di Swedia dan berjaya dengan 88 (77,19%) suara. Posisi kedua ditempati Megawati-Prabowo dengan 16 (18,24%) suara.

Disaksikan Duta Besar RI untuk Swedia dan Latvia, Linggawaty Hakim dan sekitar 60 warga, penghitungan hasil pemungutan suara di TPSLN Stockholm secara meyakinkan memunculkan pasangan SBY-Boediono sebagai pemenang sementara.

Sementara pasangan Jusuf Kalla-Wiranto harus puas dengan posisi buncit dengan 10 (8.77%) suara.

"Hasil pemungutan suara di TPSLN Stockholm sebanyak 118 menunjukkan peningkatan lebih dari 30% dibandingkan pileg bulan April lalu. Sebaliknya suara tidak sah menurun dari 10% menjadi hanya 4%," Sekretaris I Pensosbud Dody Kusumonegoro kepada detikcom malam ini atau Kamis (9/7/2009) WIB.

Hasil final pemungutan suara pilpres di wilayah akreditasi KBRI Stockholm akan bisa diketahui setelah suara melalui pos dihitung pada 18/07/2009.

Dody menambahkan, total jumlah WNI yang masuk dalam DPT ada 754 orang. Sebanyak 30% dari mereka tinggal di Stockholm dan sekitarnya, sisanya tersebar di berbagai wilayah Swedia dari Trelleborg di ujung selatan sampai Kiruna di wilayah lingkaran kutub utara.

( es / es )

Dapatkan Info Pilpres terkini. Ketik *123*1*9*1# lalu OK/YES dari HP Anda. Khusus pelanggan Indosat.

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!


TPSLN Praha SBY-Boediono Menang Telak di Ceko

0 comments

Praha - Untuk sementara pasangan SBY-Budiono menang telak pemilu Presiden di Ceko. Suara untuk SBY-Boediono mencapai 200% lebih banyak dari pasangan Megawati-Prabowo.

Dari 79 pemilih yang datang langsung ke KBRI Praha, sejumlah 49 (62%) memilih SBY-Boediono, 25 suara (31,6 %) memilih Megawati-Prabowo dan sisanya 5 suara ( 6,3 %) memilih Jusuf Kala-Wiranto, Sekretaris I Pensosbudpar Azis Nurwahyudi menuturkan kepada detikcom, Rabu (8/7/2009).

Menurut Azis, hasil pilpres di TPSLN Praha ini masih akan ditambah dengan sejumlah 68 suara yang dikirim melalui pos, dan akan ditunggu sampai 10 hari lagi.

Sementara itu Ketua PPLN Praha Ardian Ulvan mengatakan bahwa partisipasi WNI yang datang memilih mencapai 100 % dari yang terdaftar pada daftar pemilih.

"Terjadi peningkatan dari partisipasi pada pemilihan legislatif April lalu yang mencapai 92%," demikian Ardian.

Pemungutan suara pilpres di Ceko yang berlangsung di Aula KBRI Praha tersebut berjalan lancar dan tertib. Duta Besar Salim Said dan istri memulai menunaikan hak pilih tepat pukul 10.00 waktu setempat.

( es / es )

Dapatkan Info Pilpres terkini. Ketik *123*1*9*1# lalu OK/YES dari HP Anda. Khusus pelanggan Indosat.

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

previous home
 

DEWAN PIMPINAN PUSAT PARTAI SIRA (DPP) Copyright © 2008 Black Brown Pop Template by Ipiet's Edit Udin